materi pembelajaran TIK dengan menggunakan media power point untu men-download
materi analisis swot tik milik saya sendiri bisa klik disini
materi 1 komponen dan karakter TIK klik disini
materi 2 data dan informasi klik disini
materi 3 analisis swot TIK klik disini
materi 4 peran dan manfaat TIK klik disini
materi 5 program pemerintah dan swasta dalam implementasi TIK pada BK klik disini
materi 6 konsep dasar TIK dalam pembelajaran modern BK klik disini
materi 7 sejarah komputer klik disini
materi 8 hardware software klik disini
materi 9 hubungan teknologi informasi dan komunikasi dengan komputer klik disini
UNNES Universitas Konservasi
Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai salah satu perguruan tinggi negeri memiliki kekhasan sebagai universitas konservasi, yaitu memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta keramahan sosial.
Minggu, 28 Desember 2014
19.29
sinta yuni
4 Manfaat rutin 'shut down', bisa bikin komputer panjang umur
Di masyarakat terdapat mitos yang cukup menyesatkan tentang mematikan komputer. Banyak yang beranggapan bila setiap komputer atau laptop dilarang dimatikan lewat 'shut down' setiap malam setelah dipakai seharian.
Namun, mitos tersebut salah besar! Rutin mematikan komputer atau laptop sejatinya mempunyai beberapa manfaat tersendiri yang baik untuk komputer, bahkan membuatnya dapat berumur panjang.
Lalu, keuntungan apa saja yang bisa didapat dengan rutin melakukan shut-down pada komputer? Berikut ulasannya.
1.
Minim masalah sistem
Keuntungan pertama yang didapat oleh pengguna dengan rutin mematikan komputer adalah masalah temporer sistem dan program komputer. Sebagian besar komputer yang memang digunakan seharian penuh seperti komputer server atau warnet (warung internet) khusus game terbukti sering mengalami masalah sistem.
Meskipun masalah-masalah itu tidak terlalu serius, namun peningkatan frekuensi timbulnya masalah bisa membuat pengguna jengah. Nah, masalah-masalah itu biasanya akan teratasi setelah dilakukan reboot.
Jika Anda ingin lebih dini mengantisipasi masalah-masalah sistem tersebut, lebih baik melakukan shut-down secara rutin. Bagi laptop sendiri akan lebih baik di-shut-down kurang dari 8 jam.
2.
Hemat listrik dan buat baterai awet
Dengan mematikan komputer di malam hari dan tidak meninggalkannya untuk mengunduh film atau game semalaman penuh, Anda juga secara otomatis menghemat daya listrik atau baterai cukup tinggi.
Terlebih bila komputer Anda adalah komputer premium dengan spesifikasi tinggi. Komputer premium biasanya mengonsumsi energi baterai dan listrik yang lebih tinggi. Mematikan komputer di malam hari bisa menghindarkan Anda dari tunggakan listrik tinggi.
Selain itu, terus menggunakan laptop semalaman dengan charger yang terus terhubung sering kali dapat membuat baterai cepat ngedrop. Anda tentu tidak mau menganggarkan uang sampai Rp 1 juta untuk membeli baterai baru bukan?
3.
Komputer jauh lebih awet
Komponen hardware dari komputer dan laptop biasanya baru akan bermasalah setelah 3-5 tahun pemakaian. Namun, jarang mematikannya bisa mempersingkat umur karena terlalu sering digunakan dan 'kepanasan'.
Oleh karena itu akan lebih baik rutin menshut-down komputer untuk menjamin komputer Anda berumur panjang. Di sisi lain, jangan melupakan pembersihan komponen CPU atau laptop dari debu yang menempel dan rutin mengupdate software agar beban kerja komputer tidak terus bertambah.
4.
Bebas polusi suara
Bagi laptop yang dihidupkan semalaman mungkin suaranya tidak akan terlalu mengganggu telinga kita, namun lain halnya dengan komputer. Suara dari fan dan komponen lainnya dapat merusak jam tidur Anda. Apalagi, dalam beberapa kasus komputer dapat secara tidak sengaja mengeluarkan suara apabila terjadi masalah.
Jadi, sebaiknya Anda rajin mematikan komputer di malam hari agar tidak mendapat gangguan saat tengah tertidur lelap. Hal ini juga sangat disarankan bila Anda tinggal di kosan dan mempunyai teman sekamar.
Jumat, 05 Desember 2014
05.54
sinta yuni
ANALISIS
SWOT TIK BK
1) STRENGTHS (KEKUATAN)
• Mempermudah
dalam melakukan kegiatan profesi bimbingan dan konseling
• Sangat
mudah untuk diakses klien dalam melakukan konseling online. tidak ada batas
‘ruang’ dan ‘waktu’.
• Konselor
dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan konseli.
• Tidak
membutuhkan biaya transportasi yang sangatlah merepotkan
• Format
dalam proses pelayanan pun menggunakan protokol yang terstruktur à
konseling à E-therapy à memungkinkan
tidak pernah bertatap mukanya antara konselor dan klien.
• Klien/Konseli
dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui
cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet.
à
“cyber counseling” atau konseling maya,
• Mengurangi kesulitan jadwal yang berkaitan
dengan program kelompok
• Pelayanan
melalui teknologi informasi bersifat semi anonim
• Klien/
konseli lebih mau terbuka berbicara tentang masalahnya karena ia tidak
berkomunikasi secara face to face, sehingga ia dapat lebih siap dan
terbuka . Pelayanan bimbingan konseling pun lebih terpusat
• Pelayanan
melalui teknologi informasi dan komunikasi berbasis individu bersifat
pribadi
• Konselor
dapat menyesuaikan kesiapan klien/ konseli dalam mengambil tindakan yang
diperlukan, memotivasi diri, dan meningkatkan keterampilan kliennya
• Klien/
konseli Lebih Mudah Berekspresi Tanpa Takut Intervensi Langsung
2) WEAKNESES (KELEMAHAN)
• Bimbingan
dan konseling harus dapat disajikan dalam bentuk yang efisien dan efektif à
menggunakan TI.
• konselor
harus memiliki skill yang siap menghadapi klien/konseli di dunia ICT ini.
• kesiapan
dan adaptasi para konselor dalam penguasaan teknologi dalam melaksanakan
bimbingan dan konseling.
• Konselor
tidak dapat memastikan bahwa klien/konselinya benar-benar seruis atau tidak. -
Tidak Dapat Melihat Ekspresi Mimik/ Ekspresi Nonverbal Klien/konselinya
• Diperlukan
perangkat khusus agar pelayanan bimbingan konseling melalui teknologi informasi
dapat terlaksana dan perangkat tersebut tidak murah, sehingga tidak samua orang
dapat memanfaatkannya
• Informasi
yang diterima dan diberitakan sangat terbatas, komunikasi satu arah,
klasifikasi dan eksplorasi tidak biasa segera dilakukan, sehingga ada
kemungkinan terjadi kesalahpahaman
• Kegiatan
konseling melalui teknologi informasi dapat menimbulkan jarak baik secara fisik
maupun psikis diantara konselor dan klien.
• Belum
terdapat data-data, fakta atau informasi yang objektif dari klien/konseli,
sehingga pemecahan masalah dengan teknik pendekatan ini pada akhirnya akan
kabur.
• Permasalahan
yang dihadapi oleh klien/konseli beraneka ragam dalam emosi sehingga
kadang-kadang konselor mengabaikan segi-segi yang penting dalam proses
konseling.
• Dianggap
oleh klien sebagai perampasan tanggung jawab, maka teknik pendekatan ini kurang
baik untuk di pergunakan.
• Kurang
terdapat keamanannya karena dalam internet memang belum ada proteksi yang cukup
kuat untuk mengamankan data.
Konseling
yang dilakukan secara online terdapat banyak masalahnya dan berikut ini tipe-
tipe permasalahannya, yaitu caveat merupakan dimana
konselor dengan sertifikasi tidak jelas atau tidak memiliki jaminan keamanan
tidak memadai, closed merupakan konselor yang sudah tidak
menggunakan situsnya untuk melakukan konseling online akan tetapi masih tetap
online untuk keperluan lain dan juga tidak pernah melakukan up-dating secara
berkala, gone merupakan situs-situs yang sudah kadaluarsa
yang pernah dilakukan untuk proses konseling online dan sudah ditutup.
(Khaerunnisa dkk., 2011)
3) OPPORTUNITIES (PELUANG)
• Pelayanan
melalui teknologi informasi dan komunikasi formatnya harus memfasilitasi
konseling yang proaktif
• Setelah
klien/konseli membuka komunikasi via teknologi informasi awal, maka konselor berinisiatif
untuk memulai suatu kontak berikutnya sehingga ia dapat menciptakan suatu taraf
terapis berupa dukungan sosial dan klien bertanggung jawab selama proses
penyembuhannya
• Konselor
akan selalu menjadi idola klien apabila selalu up to date. Karena pada
dasarnya bimbingan adalah long life learning atau belajar sepanjang
hayat.
• Memberikan
pelatihan internet kepada konselor untuk mendukung terwujudnya Cyber
Counseling dengan mengundang pakar yang ahli dibidangnya.
• Memprogramkan
mata kuliah komputer dan aplikasinya sejak dini kepada calon konselor dan tidak
menutup kemungkinan di masing-masing sekolah dasar atau menengah diupayakan
mata pelajaran tambahan tersebut.
4) THREATS (ANCAMAN)
• Kompetensi
yang dimiliki konselor dalam menghadapi dunia teknologi nampaknya masih jauh àberakibat
menjadi kultur shock antara teknologi dan kemampuan teknologi.
• Konselor
harus senantiasa menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pelayanan bimbingan
konseling, tentunya ditunjang oleh kompetensi yang memadai mengenai teknologi
informasi.
• Etika
untuk Konsultasi Online à mengacu pada hukum dan kode etik
konsultasi online, yang memberitahukan konseli tentang metode konseling juga
menginformasikan proses konsultasi. Untuk menghindari kemungkinan penipuan atau
main-main dalam melakukan proses konseling, maka dapat memperjelas identitas
konselor atau konseli.
• Penyediaan
infrastruktur harus ditingkatkan, khususnya di Indonesia masih banyak
tempat-tempat terpencil yang belum terjamah oleh teknologi. Penyediaan
perangkat teknologi informasi adalah hal yang mutlak dalam konseling melalui
teknologi informasi, sehingga pelayanan bimbingan konseling akan berjalan
efektif tanpa batas ruang dan waktu.
• Terjadi
penyelewengan penyelenggaraan BK secara online. Isu – isu etik dan legal TI
dalam pelayanan BK, seperti tentang pertimbangan etika untuk konsultasi secara
online, kerahasiaan dan tingkat keamanan dalam pelayanan BK online, tingkat
keamanan e-counseling, permasalahan bahasa dan budaya, dan kompetensi konselor
dalam menggunakan TI dalam melayani konseli.
Teknologi informasi
diciptakan sebagai pemenuhan kebutuhan manusia sebagai individu yang ingin
pekerjaannya lebih mudah dan sebagai makhluk sosial yang perlu berinteraksi.
Dalam pelayanan bimbingan konseling teknologi informasi digunakan apabila
pelayanan tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan secara langsung, jadi
teknologi informasi dalam bimbingan konseling hanya sebagai alternatif.
Konselor dapat menggunakan komputer sebagai alat bantu dalam menyusun, mencari
dan mengolah data. Komputer pun dapat menyimpan dan mendapatkan informasi
dengan lebih cepat, mudah, dan praktis. Pelayanan konseling ditujukan
untuk memecahkan masalah dan kalau bisa mencegah timbulnya masalah, namun
kesibukan klien dan konselor sendiri terkadang malah menambah masalah.
Langganan:
Komentar (Atom)
RSS Feed
Twitter