Blogger Widgets

Minggu, 28 Desember 2014

materi pembelajaran TIK dengan menggunakan media power point untu men-download materi analisis swot tik milik saya sendiri bisa klik disini materi 1 komponen dan karakter TIK klik disini materi 2 data dan informasi klik disini materi 3 analisis swot TIK klik disini materi 4 peran dan manfaat TIK klik disini materi 5 program pemerintah dan swasta dalam implementasi TIK pada BK klik disini materi 6 konsep dasar TIK dalam pembelajaran modern BK klik disini materi 7 sejarah komputer klik disini materi 8 hardware software klik disini materi 9 hubungan teknologi informasi dan komunikasi dengan komputer klik disini

4 Manfaat rutin 'shut down', bisa bikin komputer panjang umur

Di masyarakat terdapat mitos yang cukup menyesatkan tentang mematikan komputer. Banyak yang beranggapan bila setiap komputer atau laptop dilarang dimatikan lewat 'shut down' setiap malam setelah dipakai seharian.
Namun, mitos tersebut salah besar! Rutin mematikan komputer atau laptop sejatinya mempunyai beberapa manfaat tersendiri yang baik untuk komputer, bahkan membuatnya dapat berumur panjang.
Lalu, keuntungan apa saja yang bisa didapat dengan rutin melakukan shut-down pada komputer? Berikut ulasannya.

1.
Minim masalah sistem

Keuntungan pertama yang didapat oleh pengguna dengan rutin mematikan komputer adalah masalah temporer sistem dan program komputer. Sebagian besar komputer yang memang digunakan seharian penuh seperti komputer server atau warnet (warung internet) khusus game terbukti sering mengalami masalah sistem.
Meskipun masalah-masalah itu tidak terlalu serius, namun peningkatan frekuensi timbulnya masalah bisa membuat pengguna jengah. Nah, masalah-masalah itu biasanya akan teratasi setelah dilakukan reboot.
Jika Anda ingin lebih dini mengantisipasi masalah-masalah sistem tersebut, lebih baik melakukan shut-down secara rutin. Bagi laptop sendiri akan lebih baik di-shut-down kurang dari 8 jam.

2.
Hemat listrik dan buat baterai awet

Dengan mematikan komputer di malam hari dan tidak meninggalkannya untuk mengunduh film atau game semalaman penuh, Anda juga secara otomatis menghemat daya listrik atau baterai cukup tinggi.
Terlebih bila komputer Anda adalah komputer premium dengan spesifikasi tinggi. Komputer premium biasanya mengonsumsi energi baterai dan listrik yang lebih tinggi. Mematikan komputer di malam hari bisa menghindarkan Anda dari tunggakan listrik tinggi.
Selain itu, terus menggunakan laptop semalaman dengan charger yang terus terhubung sering kali dapat membuat baterai cepat ngedrop. Anda tentu tidak mau menganggarkan uang sampai Rp 1 juta untuk membeli baterai baru bukan?

3.
Komputer jauh lebih awet

Komponen hardware dari komputer dan laptop biasanya baru akan bermasalah setelah 3-5 tahun pemakaian. Namun, jarang mematikannya bisa mempersingkat umur karena terlalu sering digunakan dan 'kepanasan'.
Oleh karena itu akan lebih baik rutin menshut-down komputer untuk menjamin komputer Anda berumur panjang. Di sisi lain, jangan melupakan pembersihan komponen CPU atau laptop dari debu yang menempel dan rutin mengupdate software agar beban kerja komputer tidak terus bertambah.

4.
Bebas polusi suara

Bagi laptop yang dihidupkan semalaman mungkin suaranya tidak akan terlalu mengganggu telinga kita, namun lain halnya dengan komputer. Suara dari fan dan komponen lainnya dapat merusak jam tidur Anda. Apalagi, dalam beberapa kasus komputer dapat secara tidak sengaja mengeluarkan suara apabila terjadi masalah.
Jadi, sebaiknya Anda rajin mematikan komputer di malam hari agar tidak mendapat gangguan saat tengah tertidur lelap. Hal ini juga sangat disarankan bila Anda tinggal di kosan dan mempunyai teman sekamar.

Jumat, 05 Desember 2014

ANALISIS SWOT TIK BK


1)      STRENGTHS (KEKUATAN)
      Mempermudah dalam melakukan kegiatan profesi bimbingan dan konseling
      Sangat mudah untuk diakses klien dalam melakukan konseling online. tidak ada batas ‘ruang’ dan ‘waktu’.
      Konselor dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan konseli.
      Tidak membutuhkan biaya transportasi yang sangatlah merepotkan
      Format dalam proses pelayanan pun menggunakan protokol yang terstruktur à konseling à  E-therapy à memungkinkan tidak pernah bertatap mukanya antara konselor dan klien.
      Klien/Konseli dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet.
            à “cyber counseling” atau konseling maya,
       Mengurangi kesulitan jadwal yang berkaitan dengan program kelompok
      Pelayanan melalui teknologi informasi bersifat semi anonim
      Klien/ konseli lebih mau terbuka berbicara tentang masalahnya karena ia tidak berkomunikasi secara face to face, sehingga ia dapat lebih siap dan terbuka . Pelayanan bimbingan konseling pun lebih terpusat
      Pelayanan melalui teknologi informasi dan komunikasi berbasis individu bersifat pribadi
      Konselor dapat menyesuaikan kesiapan klien/ konseli dalam mengambil tindakan yang diperlukan, memotivasi diri, dan meningkatkan keterampilan kliennya
      Klien/ konseli Lebih Mudah Berekspresi Tanpa Takut Intervensi Langsung

2)      WEAKNESES (KELEMAHAN)
      Bimbingan dan konseling harus dapat disajikan dalam bentuk yang efisien dan efektif à menggunakan TI.
      konselor harus memiliki skill yang siap menghadapi klien/konseli di dunia ICT ini.
      kesiapan dan adaptasi para konselor dalam penguasaan teknologi dalam melaksanakan bimbingan dan konseling.
      Konselor tidak dapat memastikan bahwa klien/konselinya benar-benar seruis atau tidak. - Tidak Dapat Melihat Ekspresi Mimik/ Ekspresi Nonverbal Klien/konselinya
      Diperlukan perangkat khusus agar pelayanan bimbingan konseling melalui teknologi informasi dapat terlaksana dan perangkat tersebut tidak murah, sehingga tidak samua orang dapat memanfaatkannya
      Informasi yang diterima dan diberitakan sangat terbatas, komunikasi satu arah, klasifikasi dan eksplorasi tidak biasa segera dilakukan, sehingga ada kemungkinan terjadi kesalahpahaman
      Kegiatan konseling melalui teknologi informasi dapat menimbulkan jarak baik secara fisik maupun psikis diantara konselor dan  klien.
      Belum terdapat data-data, fakta atau informasi yang objektif dari klien/konseli, sehingga pemecahan masalah dengan teknik pendekatan ini pada akhirnya akan kabur.
      Permasalahan yang dihadapi oleh klien/konseli beraneka ragam dalam emosi sehingga kadang-kadang konselor mengabaikan segi-segi yang penting dalam proses konseling.
      Dianggap oleh klien sebagai perampasan tanggung jawab, maka teknik pendekatan ini kurang baik untuk di pergunakan.
      Kurang terdapat keamanannya karena dalam internet memang belum ada proteksi yang cukup kuat untuk mengamankan data.
            Konseling yang dilakukan secara online terdapat banyak masalahnya dan berikut ini tipe- tipe permasalahannya, yaitu caveat merupakan dimana konselor dengan sertifikasi tidak jelas atau tidak memiliki jaminan keamanan tidak memadai, closed merupakan konselor yang sudah tidak menggunakan situsnya untuk melakukan konseling online akan tetapi masih tetap online untuk keperluan lain dan juga tidak pernah melakukan up-dating secara berkala, gone merupakan situs-situs yang sudah kadaluarsa yang pernah dilakukan untuk proses konseling online dan sudah ditutup. (Khaerunnisa dkk., 2011)

3)      OPPORTUNITIES (PELUANG)
      Pelayanan melalui teknologi informasi dan komunikasi formatnya harus memfasilitasi konseling yang proaktif
      Setelah klien/konseli membuka komunikasi via teknologi informasi awal, maka konselor berinisiatif untuk memulai suatu kontak berikutnya sehingga ia dapat menciptakan suatu taraf terapis berupa dukungan sosial dan klien bertanggung jawab selama proses penyembuhannya
      Konselor akan selalu menjadi idola klien apabila selalu up to date. Karena pada dasarnya bimbingan adalah long life learning atau belajar sepanjang hayat.
      Memberikan pelatihan internet kepada konselor untuk mendukung terwujudnya Cyber Counseling  dengan mengundang pakar yang ahli dibidangnya.
      Memprogramkan mata kuliah komputer dan aplikasinya sejak dini kepada calon konselor dan tidak menutup kemungkinan di masing-masing sekolah dasar atau menengah diupayakan mata pelajaran tambahan tersebut.

4)      THREATS (ANCAMAN)
      Kompetensi yang dimiliki konselor dalam menghadapi dunia teknologi nampaknya masih jauh àberakibat menjadi kultur shock antara teknologi dan kemampuan teknologi.
      Konselor harus senantiasa menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pelayanan bimbingan konseling, tentunya ditunjang oleh kompetensi yang memadai mengenai teknologi informasi.
      Etika untuk Konsultasi Online à mengacu pada hukum dan kode etik konsultasi online, yang memberitahukan konseli tentang metode konseling juga menginformasikan proses konsultasi. Untuk menghindari kemungkinan penipuan atau main-main dalam melakukan proses konseling, maka dapat memperjelas identitas konselor atau konseli.
      Penyediaan infrastruktur harus ditingkatkan, khususnya di Indonesia masih banyak tempat-tempat terpencil yang belum terjamah oleh teknologi. Penyediaan perangkat teknologi informasi adalah hal yang mutlak dalam konseling melalui teknologi informasi, sehingga pelayanan bimbingan konseling akan berjalan efektif tanpa batas ruang dan waktu.
      Terjadi penyelewengan penyelenggaraan BK secara online. Isu – isu etik dan legal TI dalam pelayanan BK, seperti tentang pertimbangan etika untuk konsultasi secara online, kerahasiaan dan tingkat keamanan dalam pelayanan BK online, tingkat keamanan e-counseling, permasalahan bahasa dan budaya, dan kompetensi konselor dalam menggunakan TI dalam melayani konseli.

Teknologi informasi diciptakan sebagai pemenuhan kebutuhan manusia sebagai individu yang ingin pekerjaannya lebih mudah dan sebagai makhluk sosial yang perlu berinteraksi. Dalam pelayanan bimbingan konseling teknologi informasi digunakan apabila pelayanan tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan secara langsung, jadi teknologi informasi dalam bimbingan konseling hanya sebagai alternatif.  Konselor dapat menggunakan komputer sebagai alat bantu dalam menyusun, mencari dan mengolah data. Komputer pun dapat menyimpan dan mendapatkan informasi dengan lebih cepat, mudah, dan praktis.  Pelayanan konseling ditujukan untuk memecahkan masalah dan kalau bisa mencegah timbulnya masalah, namun kesibukan klien dan konselor sendiri terkadang malah menambah masalah.