Blogger Widgets

Kamis, 01 Januari 2015

A. Masalah dalam Penelitian Kualitatif Penelitian kuantitatif dan kualitatif selalu berangkat dari masalah. Dan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara, tentatif, dan akan berkembang atau berganti setelah penelitian berada di lapangan. Dalam penelitian kualitatif, akan terjadi tiga kemungkinan terhadap masalah. Pertama, masalah yang dibawa peneliti tetap, sehingga sejak awal sampai akhir penelitian tetap sama. Kedua, masalah ketika memasuki penelitian menjadi berkembang dan meluas. Ktiga, masalah ketika memasuki penelitian berubah total. Peneliti yang merubah masalah atau ganti judul penelitiannya setelah memasuki lapangan penelitian atau setelah selesai, merupakan peneliti kualitatif yang lebih baik, karena ia dipandang mampu melepaskan apa yang telah dipikirkan sebelumnya, dan selanjutnya mampu melihat fenomena secara lebih luas dan mendalam sesuai dengan apa yang terjadi da berkembang pada situasi sosial yang telah diteliti. B. Fokus Penelitian Batasan masalah dalam penelitian kualitatif disebut dengan fokus, yang berisi pokok masalah yang masih bersifat umum. Ada tiga sifat yang melekat pada masalah yaitu : penting, urgen dan feasible. Dan suatu masalah dikatakan penting apabila masalah tersebut tidak dipecahkan melalui penelitian, maka akan semakin menimbulkan masalah baru. Masalah dikatakan urgen (mendesak) apabila masalah tidak segera dipecahkan melalui penelitian, maka akan semakin kehilangan berbagai kesempatan untuk mengatasi. Dan masalah dikatakan feasible apabila terdapat berbagai sumber daya untuk memecahkan masalah tersebut. Sedangkan untuk menilai masalah tersebut apakah bersifat penting, urgen atau feasible maka perlu diuji melalui proses yang disebut analisis masalah. Dalam menetapkan fokus masalah diperlukan beberapa alternatif seperti diungkapkan Spradley dalam Sanapiah yang dikutip Sugiyono, yaitu : 1. Menetapkan fokus pada permasalahan yang disarankan oleh informan. Informan ini dalam lembaga pendidikan, bisa kepala sekolah, guru, orangtua murid, murid, pakar pendidikan dan sebagainya. 2. Menetapkan fokus berdasarkan domain-domain tertentu organizing domain. Domain dalam pendidikan ini bisa kurikulum, proses belajar mengajar, sarana prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan, manajemen, pembiayaan, sistem evaluasi, pandangan hidup kompetensi dan sebagainya. 3. Menetapkan fokus yang memiliki nilai temuan untuk pengembangan Iptek. Temuan berarti sebelumnya belum pernah ada. Temuan ini dalam pendidikan misalnya menemukan metode mengajar matematika yang mudah di pahami dan menyenangkan. 4. Menetapkan fokus berdasarkan permasalahan yang terkait dengan teori-teori yang telah ada. Penelitian ini bersifat pengembangan yaitu melengkapi dan memperluas teori yang telah ada. C. Bentuk Rumusan Masalah Ada tiga bentuk rumusan masalah yaitu rumusan masalah deskriptif, komparatif dan asosiatif. 1. Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang memandu peneliti untuk mengeksplorasi dan atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas dan mendalam. Contoh : Bagaimana konsep pendidikan Islam berbasis Anti Korupsi? 2. Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah untuk membandingkan antara konteks sosial atau domain satu dibandingkan dengan yang lain. Contoh : adakah perbedaan motivasi belajar siswa yang diajar dengan metode ceramah dengan metode diskusi? 3. Rumusan masalah asosiatif atau hubungan adalah rumusan masalah yang memandu untuk mengkonstruksi hubungan antara situasi sosial atau domain satu dengan lainnya. Rumusan masalah asosiatif dibagi menjadi tiga yaitu, hubungan simetris, kausal dan reciprocal. Hubungan simetris adalah D.Judul Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif yang telah dirumuskan masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah memasuki lapangan. Judul penelitian kualitatif tentu saja tidak harus mencerminkan permasalahan dan variabel yang diteliti, tetapi lebih pada usaha untuk mengungkapkan fenomena dalam situasi sosial secara luas dan mendalam, serta menemukan hipotesis dan teori. Contoh Judul penelitian kualitatif adalah : Model Pendidikan Islam Berwawasan Kesetaraan Gender pada Madrasah Aliyah Al Wathoniyah Cikedung Kab. Indramayu. E.Teori Dalam Penelitian Kualitatif Dalam penelitian kualitatif, karena permasalahan yang dibawa oleh peneliti masih berssifat sementara, maka teori yang digunakan dalam penyusunan proposal penelitian kualitatif juga bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan atau konteks sosial. Penelitian kualitatif bertujuan untuk menemukan teori. Penelitian kualitatif lebih sulit bila dibandingkan dengan penelitian kuantitatif, ini karena data yang terkumpul bersifat ssubyektif dan instrumen sebagai alat pengumpul data adalah peneliti itu sendiri. Dan untuk menjadi instrumen penelitian yang baik, peneliti kualitatif dituntut untuk memiliki wawasaan yang luas. Peneliti kualitatif juga dituntut mampu mengorganisasikan semua teori yang dibaca dan dituntut untuk melakukan grounded research yaitu menemukan teori berdasarkan data yang diperoleh di lapangan atau situasi sosial.

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar dengan sopan